Sabtu, 21 Mei 2011

perekonomian indonesia

PEREKONOMIAN SEBELUM KEMERDEKAAN

Indonesia terletak di posisi geografis antara benua Asia dan Eropa serta samudra Pasifik dan Hindia, sebuah posisi yang strategis dalam jalur pelayaran niaga antar benua. Salah satu jalan sutra, yaitu jalur sutra laut, ialah dari Tiongkok dan Indonesia, melalui selat Malaka ke India. Dari sini ada yang ke teluk Persia, melalui Suriah ke laut Tengah, ada yang ke laut Merah melalui Mesir dan sampai juga ke laut Tengah (Van Leur). Perdagangan laut antara India, Tiongkok, dan Indonesia dimulai pada abad pertama sesudah masehi, demikian juga hubungan Indonesia dengan daerah-daerah di Barat (kekaisaran Romawi). Perdagangan di masa kerajaan-kerajaan tradisional disebut oleh Van Leur mempunyai sifat kapitalisme politik, dimana pengaruh raja-raja dalam perdagangan itu sangat besar. Misalnya di masa Sriwijaya, saat perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat dan Eropa, mencapai zaman keemasannya. Raja-raja dan para bangsawan mendapatkan kekayaannya dari berbagai upeti dan pajak. Tak ada proteksi terhadap jenis produk tertentu, karena mereka justru diuntungkan oleh banyaknya kapal yang “mampir”.
Penggunaan uang yang berupa koin emas dan koin perak sudah dikenal di masa itu, namun pemakaian uang baru mulai dikenal di masa kerajaan-kerajaan Islam, misalnya picis yang terbuat dari timah di Cirebon. Namun penggunaan uang masih terbatas, karena perdagangan barter banyak berlangsung dalam sistem perdagangan Internasional. Karenanya, tidak terjadi surplus atau defisit yang harus diimbangi dengan ekspor atau impor logam mulia.
Kejayaan suatu negeri dinilai dari luasnya wilayah, penghasilan per tahun, dan ramainya pelabuhan.Hal itu disebabkan, kekuasaan dan kekayaan kerajaan-kerajaan di Sumatera bersumber dari perniagaan, sedangkan di Jawa, kedua hal itu bersumber dari pertanian dan perniagaan. Di masa pra kolonial, pelayaran niaga lah yang cenderung lebih dominan. Namun dapat dikatakan bahwa di Indonesia secara keseluruhan, pertanian dan perniagaan sangat berpengaruh dalam perkembangan perekonomian Indonesia, bahkan hingga saat ini.
Seusai masa kerajaan-kerajaan Islam, pembabakan perjalanan perekonomian Indonesia dapat dibagi dalam empat masa, yaitu masa sebelum kemerdekaan, orde lama, orde baru, dan masa reformasi.
SEBELUM KEMERDEKAAN
Sebelum merdeka, Indonesia mengalami masa penjajahan yang terbagi dalam beberapa periode. Ada empat negara yang pernah menduduki Indonesia, yaitu Portugis, Belanda,Inggris, dan Jepang. Portugis tidak meninggalkan jejak yang mendalam di Indonesia karena keburu diusir oleh Belanda, tapi Belanda yang kemudian berkuasa selama sekitar 350 tahun, sudah menerapkan berbagai sistem yang masih tersisa hingga kini. Untuk menganalisa sejarah perekonomian Indonesia, rasanya perlu membagi masa pendudukan Belanda menjadi beberapa periode, berdasarkan perubahan-perubahan kebijakan yang mereka berlakukan di Hindia Belanda (sebutan untuk Indonesia saat itu).
Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC)
Belanda yang saat itu menganut paham Merkantilis benar-benar menancapkan kukunya di Hindia Belanda. Belanda melimpahkan wewenang untuk mengatur Hindia Belanda kepada VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), sebuah perusahaan yang didirikan dengan tujuan untuk menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda, sekaligus untuk menyaingi perusahaan imperialis lain seperti EIC (Inggris).
Untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Octrooi, yang antara lain meliputi :
1. a.Hak mencetak uang
2. b.Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
3. c.Hak menyatakan perang dan damai
4. d.Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri
5. e.Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja
Hak-hak itu seakan melegalkan keberadaan VOC sebagai “penguasa” Hindia Belanda. Namun walau demikian, tidak berarti bahwa seluruh ekonomi Nusantara telah dikuasai VOC.
Kenyataannya, sejak tahun 1620, VOC hanya menguasai komoditi-komoditi ekspor sesuai permintaan pasar di Eropa, yaitu rempah-rempah. Kota-kota dagang dan jalur-jalur pelayaran yang dikuasainya adalah untuk menjamin monopoli atas komoditi itu. VOC juga belum membangun sistem pasokan kebutuhan-kebutuhan hidup penduduk pribumi. Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC seperti verplichte leverentie (kewajiban meyerahkan hasil bumi pada VOC ) dan contingenten (pajak hasil bumi) dirancang untuk mendukung monopoli itu. Disamping itu, VOC juga menjaga agar harga rempah-rempah tetap tinggi, antara lain dengan diadakannya pembatasan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam penduduk, pelayaran Hongi dan hak extirpatie (pemusnahan tanaman yang jumlahnya melebihi peraturan). Semua aturan itu pada umumnya hanya diterapkan di Maluku yang memang sudah diisolasi oleh VOC dari pola pelayaran niaga samudera Hindia.
Dengan memonopoli rempah-rempah, diharapkan VOC akan menambah isi kas negri Belanda, dan dengan begitu akan meningkatkan pamor dan kekayaan Belanda. Disamping itu juga diterapkan Preangerstelstel, yaitu kewajiban menanam tanaman kopi bagi penduduk Priangan. Bahkan ekspor kopi di masa itu mencapai 85.300 metrik ton, melebihi ekspor cengkeh yang Cuma 1.050 metrik ton.
Namun, berlawanan dengan kebijakan merkantilisme Perancis yang melarang ekspor logam mulia, Belanda justru mengekspor perak ke Hindia Belanda untuk ditukar dengan hasil bumi. Karena selama belum ada hasil produksi Eropa yang dapat ditawarkan sebagai komoditi imbangan,ekspor perak itu tetap perlu dilakukan. Perak tetap digunakan dalam jumlah besar sebagai alat perimbangan dalam neraca pembayaran sampai tahun 1870-an.

Pada tahun 1795, VOC bubar karena dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda. Kegagalan itu nampak pada defisitnya kas VOC, yang antara lain disebabkan oleh :
a.Peperangan yang terus-menerus dilakukan oleh VOC dan memakan biaya besar, terutama perang Diponegoro.
b.Penggunaan tentara sewaan membutuhkan biaya besar.
c.Korupsi yang dilakukan pegawai VOC sendiri.
d.Pembagian dividen kepada para pemegang saham, walaupun kas defisit.
Maka, VOC diambil-alih (digantikan) oleh republik Bataaf (Bataafsche Republiek).
Republik Bataaf dihadapkan pada suatu sistem keuangan yang kacau balau. Selain karena peperangan sedang berkecamuk di Eropa (Continental stelstel oleh Napoleon), kebobrokan bidang moneter sudah mencapai puncaknya sebagai akibat ketergantungan akan impor perak dari Belanda di masa VOC yang kini terhambat oleh blokade Inggris di Eropa.
Sebelum republik Bataaf mulai berbenah, Inggris mengambil alih pemerintahan di Hindia Belanda.

Pendudukan Inggris (1811-1816)
Inggris berusaha merubah pola pajak hasil bumi yang telah hampir dua abad diterapkan oleh Belanda, dengan menerapkan Landrent (pajak tanah). Sistem ini sudah berhasil di India, dan Thomas Stamford Raffles mengira sistem ini akan berhasil juga di Hindia Belanda. Selain itu, dengan landrent, maka penduduk pribumi akan memiliki uang untuk membeli barang produk Inggris atau yang diimpor dari India. Inilah imperialisme modern yang menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan alamnya, tapi juga menjadi daerah pemasaran produk dari negara penjajah. Sesuai dengan teori-teori mazhab klasik yang saat itu sedang berkembang di Eropa, antara lain :
a.Pendapat Adam Smith bahwa tenaga kerja produktif adalah tenaga kerja yang menghasilkan benda konkrit dan dapat dinilai pasar, sedang tenaga kerja tidak produktif menghasilkan jasa dimana tidak menunjang pencapaian pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, Inggris menginginkan tanah jajahannya juga meningkat kemakmurannya, agar bisa membeli produk-produk yang di Inggris dan India sudah surplus (melebihi permintaan).
b.Pendapat Adam Smith bahwa salah satu peranan ekspor adalah memperluas pasar bagi produk yang dihasilkan (oleh Inggris) dan peranan penduduk dalam menyerap hasil produksi.
c.The quantity theory of money bahwa kenaikan maupun penurunan tingkat harga dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar.
Akan tetapi, perubahan yang cukup mendasar dalam perekonomian ini sulit dilakukan, dan bahkan mengalami kegagalan di akhir kekuasaan Inggris yang Cuma seumur jagung di Hindia Belanda. Sebab-sebabnya antara lain :
a.Masyarakat Hindia Belanda pada umumnya buta huruf dan kurang mengenal uang, apalagi untuk menghitung luas tanah yang kena pajak.
b.Pegawai pengukur tanah dari Inggris sendiri jumlahnya terlalu sedikit.
c.Kebijakan ini kurang didukung raja-raja dan para bangsawan, karena Inggris tak mau mengakui suksesi jabatan secara turun-temurun.
Cultuurstelstel
Cultuurstelstel (sistem tanam paksa) mulai diberlakukan pada tahun 1836 atas inisiatif Van Den Bosch. Tujuannya adalah untuk memproduksi berbagai komoditi yang ada permintaannya di pasaran dunia. Sejak saat itu, diperintahkan pembudidayaan produk-produk selain kopi dan rempah-rempah, yaitu gula, nila, tembakau, teh, kina, karet, kelapa sawit, dll. Sistem ini jelas menekan penduduk pribumi, tapi amat menguntungkan bagi Belanda, apalagi dipadukan dengan sistem konsinyasi (monopoli ekspor). Setelah penerapan kedua sistem ini, seluruh kerugian akibat perang dengan Napoleon di Belanda langsung tergantikan berkali lipat.
Sistem ini merupakan pengganti sistem landrent dalam rangka memperkenalkan penggunaan uang pada masyarakat pribumi. Masyarakat diwajibkan menanam tanaman komoditas ekspor dan menjual hasilnya ke gudang-gudang pemerintah untuk kemudian dibayar dengan harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Cultuurstelstel melibatkan para bangsawan dalam pengumpulannya, antara lain dengan memanfaatkan tatanan politik Mataram–yaitu kewajiban rakyat untuk melakukan berbagai tugas dengan tidak mendapat imbalan–dan memotivasi para pejabat Belanda dengan cultuurprocenten (imbalan yang akan diterima sesuai dengan hasil produksi yang masuk gudang).
Bagi masyarakat pribumi, sudah tentu cultuurstelstel amat memeras keringat dan darah mereka, apalagi aturan kerja rodi juga masih diberlakukan. Namun segi positifnya adalah, mereka mulai mengenal tata cara menanam tanaman komoditas ekspor yang pada umumnya bukan tanaman asli Indonesia, dan masuknya ekonomi uang di pedesaan yang memicu meningkatnya taraf hidup mereka. Bagi pemerintah Belanda, ini berarti bahwa masyarakat sudah bisa menyerap barang-barang impor yang mereka datangkan ke Hindia Belanda. Dan ini juga merubah cara hidup masyarakat pedesaan menjadi lebih komersial, tercermin dari meningkatnya jumlah penduduk yang melakukan kegiatan ekonomi nonagraris.
Jelasnya, dengan menerapkan cultuurstelstel, pemerintah Belanda membuktikan teori sewa tanah dari mazhab klasik, yaitu bahwa sewa tanah timbul dari keterbatasan kesuburan tanah. Namun disini, pemerintah Belanda hanya menerima sewanya saja, tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk menggarap tanah yang kian lama kian besar. Biaya yang kian besar itu meningkatkan penderitaan rakyat, sesuai teori nilai lebih (Karl Marx), bahwa nilai leih ini meningkatkan kesejahteraan Belanda sebagai kapitalis.
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/sejarah-perekonomian-indonesia-9/

Selasa, 04 Januari 2011

Kegiatan bisnis butik


Kegiatan bisnis butik

Zaman sekarang banyak orang yang ingin menjadi wirausahawan dengan membuka usaha sendiri. Itu dikarenakan pada saat ini peluang bisnis yang paling menjanjikan adalah dengan membuka usaha sendiri, termasuk dengan membuka usaha butik. Saat ini fashion memang sedang menjadi sorotan semua orang,karena mengikuti zaman yang sedang menomer satukan fashion. Maka dengan membuka butik saat ini, peluang bisnis pun terbuka lebar. Dengan modal yang tidak terlalu besar dengan keuntungan yang bisa berkali kali kali lipat. Dan pasti banyak sekali pesaing pesaing yang juga mengambil keuntungan, Maka diperlukan strategi-strategi .
Strategi-strategi nya yaitu:
1.    Pemilihan tempat atau lokasi
ini sangat penting  sekali karena untuk membuka usaha butik  juga sangat diperlukan tempat yang strategis. Misalkan membuka bisnis butik di tempat pusat perbelanjaan, nah ini sangat menjanjikan sekali karena dilihat dari segi konsumen atau pelanggan pasti sangat banyak, karena biasanya ditempat seperti itu adalah tempat yang paling pas karena orang orang sedang berbelanja.
2.  Persaingan
Setelah kita dapat lokasi, kemudian kita lihat dari segi persaingan. Jika di sekitar lokasi kita terdapat beberapa butik juga bagaimana cara kita untuk bisa bersaing dengan butik lain ny, maka dari itu pintar pintar mencari lokasi.
3.  Harga
Dari segi harga nya pun sebisa mungkin di sesuaikan dengan masyarakat nya sehingga tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah
4.  Promosi
Promosi itu penting, justru baik buruk nya suatu usaha di lihat dari promosi nya. Maka dari itu promosikan usaha kita dengan baik.

SUASANA LINGKUNGAN KAMPUS “E” GUNADARMA


SUASANA LINGKUNGAN  KAMPUS “E” GUNADARMA


Suasana lingkungan di kampus E Gunadarma yang berada di jalan akses UI kelapa dua tidak kalah dengan suasana lingkungan kampus Gunadarma yang lainnya. Suasana nya sangat nyaman karena banyak pepohonan.
Suasana lingkungan di kampus E Gunadarma sangat nyaman sekali karena disana terdapat taman taman  dan pohon-pohon rindang yang bisa digunakan oleh mahasiswa atau mahasiswi untuk tempat beristirahat dan mengobrol, kumpul-kumpul dengan teman, atau sekedar duduk-duduk saja setelah jam perkuliahan. Karena tempat itu cukup nyaman untuk kegiatan seperti itu.

Selain itu dikampus E Gunadarma juga terdapat 5 gedung yang berderet, dari gedung 1 sampai gedung 5 terdapat ratusan kelas. Kelasnya pun begitu nyaman karena dilengkapi dengan AC dan apabila dosen mengajar difasilitasi dengan OHP untuk memudahkan kegiatan belajar mengajar. Selain itu juga kebersihan kelas nya juga bisa di bilang bersih, sekitar koridor nya pun bersih hamper tidak terlihat ada sampah karena terdapat tempat sampah di setiap kelas.
tampak dari gedung 3.jpg


Ada fasilitas panjat tebing yang bisa digunakan oleh mahasiswa yang mempunyai hobby panjat tebing atau walk climbing. Atau bagi mahasiswa yang ingin mencobanya harus hati-hati karena cukup berbahaya bagi pemula.

Masih ada fasilitas yang diberikan oleh kampus secara Cuma-Cuma yaitu internet lounge dan hanya ada di kampus E Gunadarma, tempatnya juga sangat strategis dan bagus.

Internet lounge atau biasa disingkat I-Lounge yaitu tempat dimana kita dapat mengakses internet dari komputer yang berada di rungan itu secara Cuma Cuma. Untuk mempermudah mahasiswa yang ingin berinternet di kampus E dan itu dibatasi waktunya hanya 20 menit saja.

 Selain itu juga ada fasilitas mesjid atau tempat ibadah untuk umat islam yang ingin beribadah di kampus E. Mesjidnya cukup besar memiliki 2 lantai, lantai 1 di khususkan untuk laki-laki dan lantai 2 di khususkan untuk wanita. Cukup nyaman untuk para mahasiswa yang mau menjalankan ibadah sholat.

Terdapat juga perpustakaan yang cukup besar yang membantu mahasiswa yang sedang mencari buku, disana banyak pilihan-pilihan buku yang di butuhkan mahasiswa semua jurusan. Sebenar nya tidak hanya di kampus E saja yang terdapat perpustakaan, tapi mungkin di kampus E yang paling nyaman.

Di sediakan pula tempat parkir motor yang luas. Karena mengingat jumlah mahasiswa yang banyak dan pasti rata-rata para mahasiswa memakai motor ke kampus.



Rabu, 03 November 2010

tugas pengantar bisnis

www.baak.gunadarma.ac.id

adalah web yang disediakan oleh universitas gunadarma untuk menangani segala sesuatu ny yg berkaitan dengan semua penyelenggaraankegiatan belajar mengajar dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma.

Kelebihan Baak :
1.memiliki fitur-fitur yang mudah di perlajari oleh para mahasiswa.
2.memudahkan mahasiswa dalam perkuliaahan.
3.Memiliki Info-Info yang yang menguntungkan dan menarik.
4.Mudah untuk diakses.

Kekurangan Baak:
1.info news lama dalam mengupdate.
2.data mahasiswa kadang-kadang tidak sesuai,
3.pada fitur atau fasilitas hampir tidak ada kekurangan.

Isi Layanan

BAAK online menyajikan banyak layanan untuk mahasiswa gunadarma, seperti: melalui situs ini mahasiswa Gunadarma dapat langsung mengetahui informasi tentang kapan ujian d laksanakan, dapat melihat jadwal praktikum, informasi tentang pengisian dan pengambilan KRS, dapat melihat kalender akademik (kapan jadwal libur dan jadwal semester), memberikan informasi tentang cara aktivasi studentsite bagi mahasiswa baru (studentsite ini khusus untuk mahasiswa gunadarma). Bahkan melalui BAAK online mahasiswa dapat melakukan pemindahan lokasi kuliah dan pemindahan waktu kuliah dan pengambilan cuti akademik, serta dapat mengganti jadwal/hari ujian apabila terjadi bentrok ujian antara ujian yang satu dengan ujian yang lainnya.

 

Rabu, 13 Oktober 2010

resensi film

2012. Sebelumnya saya berfikir saya akan menonton film yang bagus karena fisual efeknya. Film ini bisa dibilang bagus karena secara visual memang bagus. Tapi sayang saya tak sependapat dengan itu. Film ini memang bagus secara keseluruhan.
Saya berfikir saya akan nonton film yang hanya bagus dilihat saja, dengan artian bagus visualnya. Saya berfikir yang hadir dalam film ini adalah cuplikan-cuplikan kerusakan dunia. Dengan diolah kecanggihan teknologi yang luar biasa. Dimana cerita dan unsur-unsur film lainnya lemah. Ternyata dugaan saya salah. Film ini, tidak hanya bagus visual efeknya saja. Tapi ceritanya juga oke.
Film ini diceritakan sangat detail. Lengkap semuanya ada mulai persahabatan, percintaan keluarga dan tak luput konflik pemerintahan pun ada. Konflik diolah sangat bagus, beiringan dengan disuguhnya fisual efeknya yang cukup membuat adrenalin kita naik turun.
Menurut kaca mata saya, mungkin film ini tak terlalu menceritakan kiamat, tapi di film ini diceritakan bagaimana hancurnya dunia. Seperti pada jamannya Nabi Nuh. Dimana masih ada manusia yang bisa selamat dalam bencana besar itu. Kalau Cuma bencana maha dahsyat masih bisa ada yang selamat kan? Kalau benar kiamat yang terjadi, saya percaya tidak akan ada yang selamat.
Jadi menurut saya terlalu berlebihan kalau sampai harus memboikot film ini. Dan menilai film ini menyesatkan. Saya tidak setuju itu. Tak ada adegan yang menyesatkan dalam film ini. Kalau ada yang bilang lebay, itu haknya setiap orang untuk menilainya seperti itu.


Luluh lantaknya dunia, digambarkan sangat detail
Bagaimana gempa digambarkan, tsunami besar, robohnya bangunan-bangunan pencakar langit, ombak-ombak besar yang bergulung-gulung dan lain-lain. Semuanya masih bisa diterima akal. Namanya juga bencana besar. Dan semua luluh lantak. Bagusnya Roland Emmerich menceritakannya sangat detail. Hancurnya dunia digambarkan dengan dilengkapi konflik politik, percintaan, persahabatan bahkan tentang keluarga.
Film ini tak melulu hanya menggambarkan bagaimana hancurnya dunia dengan visualisasi yang sangat bagus. Bagusnya lagi walau ceritanya beragam, 2012 sangat mudah untuk diikuti. Tak sulit untuk mengikuti jalan cerita film yang menceritakan kerusakan di seluruh dunia ini.
Pesawat yang membawa keluarga Jackson Curtis melewati robohnya gedung-gedung pencakar langit
Tapi ada yang membuat saya sedikit kecewa, dimana yang selamat dalam bencana maha dahsyat itu adalah golongan negara maju atau G8 (Amerika, Inggris, Italia, Jepang, Perancis, Jerman, Kanada, dan Rusia). Seakan-akan sengaja menggambarkan cuma 8 negara maju tersebut yang punya dunia.
Kesimpulan
Cerita, akting pemain, fisual efek, semuanya bagus. So, kesimpulannya film ini layak tonton sampai 2 kali. Film 2012 itu seru, lucu, mengharukan, menegangkan, baguslah pokoknya. Film ini saya rekomendasikan untuk anda tonton.
Di luar itu semua, saya berharap ada sekuel dari 2012, dimana bisa menceritakan bagaimana kelanjutan kehidupan setelah bencana besar yang telah melenyapkan ras dunia itu.
Cacatan: Walau di film cukup disinggung masalah ramalan bangsa Maya. Saya tidak menghubungkan dengan ramalan datangnya hari kiamat tersebut. Dengan kata lain saya tidak percaya dengan